PENGAWASAN
PENGGUNAAN OBAT BATUK PILEK YANG BEREDAR LUAS PADA ANAK – ANAK DIBAWAH 6
SUPERVISION OF
USING COUGH ND COLD MEDICINE WIDELY CIRCULATED FOR CHILDREN UNDER 6 YEARS
GUSTI TIRTA
ADISAPUTRA
SEKOLAH TINGGI
ILMU KESEHATAN BORNEO LESTARI
Jl. Kelapa Sawit
8 Bumi Berkat Kel. Sei Besar Banjarbaru
EMAIL : gustitirta.adis@gmail.com
Abstrak
Obat adalah bahan atau panduan bahan-bahan yang siap digunakan
untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi
dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan , peningkatan
kesehatan dan kontrasepsi. Batuk
pilek merupakan gejala infeksi pada saluran pernafasan atas yang sering terjadi
pada anak usia 7-12 bulan. Batuk pilek menjadi penyebab utama morbiditas anak
usia di bawah 5 tahun di negara berkembang. Usia ini merupakan pondasi untuk
usia-usia selanjutnya. Selain itu pada usia ini dikenal dengan golden age yaitu
sebuah kondisi pada saat anak mengalami perkembangan fisik dan psikis yang
sangat pesat.
Abstract
Drugs are materials or guides materials that are readily used to influence
or investigate physiological or pathological systems for diagnosis, prevention,
healing, recovery, health promotion and contraception. Coughing colds is a
symptom of infection of the upper respiratory tract that often occurs in
children aged 7-12 months. Cough colds are a major cause of childhood morbidity
under 5 years in developing countries. This age is the foundation for later
ages. In addition at this age is known as the golden age is a condition at the
time of children experiencing physical and psychological development is very
rapid
Keyword : Obat, Batuk Pilek, Anak - Anak
BAB
I
PENDAHULUAN
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Obat
batuk pilek over the counter (OTC) banyak digunakan secara luas oleh orang
tua untuk mengatasi keluhan
batuk pilek pada anak. American Academy
of Pediatrics (AAP)
merekomendasikan untuk
tidak menggunakan obat batuk pilek yang dijual bebas pada anak usia di bawah 6 tahun oleh karena belum
sepenuhnya teruji efektivitasnya pada anak, bahkan
terdapat risiko efek samping berbahaya.
Batuk
pilek merupakan penyakit saluran pernafasan yang paling sering mengenai bayi
dan anak. Tetapi batuk pilek dapat diderita orang dewasa. Penyakit batuk pilek cenderung
lebih besar karena mencakup daerah paranasal, telinga tengah dan nasofaring
disertai demam yang tinggi, tetapi pada orang dewasa terbatas dan tidak
menimbulkan demam yang tinggi.
Masa
tunasnya adalah 1-2 hari dengan faktor predisposisi kelelahan, gizi buruk,
anemia dan kedinginan. Umumnya batuk
pilek terjadi pada waktu pergantian musim. Komplikasi lebih sering terjadi pada
bayi dan anak kecil dari pada anak lebih besar.Angka kesakitan yang terjadi
karena batuk pilek di Indonesia pada tahun 2006 sekitar 86%, tetapi semuanya
bisa sembuh dengan penanganan yang optimal.
Banyak
bayi atau anak balita yang menderita penyakit batuk pilek terutama pada pergantian
musim dan batuk pilek memerlukan intervensi yang mantap dan penanganan yang
baik guna penyembuhan yang cepat.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan
pemaparan latar belakang diatas, maka dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai
berikut :
1.
Bagaimana
cara memberikan edukasi kepada orang tua untuk menentukan obat batuk pilek yang
benar sesuai keluhan anak
2.
Bagaimana
penanganan pertama batuk pilek pada anak
C.
TUJUAN
Penulisan
jurnal ilmiah bertujuan untuk mengetahui dampak yang diberikan dari obat batuk
pilek yang dijual bebas di pasaran untuk anak – anak dan memberikan edukasi
kepada orang tua agar bijak membeli obat sesuai keluhan anak.
D.
MANFAAT
PENULISAN
Penulisan
jurnal ilmiah memberikan beberapa manfaat, yaitu dari segi akademis dapat
memberikan informasi ilmiah pada masyarakat tentang penyakit batuk pilek,
pemilihan obat yang tepat utuk penyakit batuk pilek Dari segi aspek ekonomi penyembuhan
penyakit batuk pilek tidak hanya dari obat saja, tetapi banyak cara tradisional
yang ampuh menyembuhkan penyakit batuk pilek.
BAB II
ISI
Zaman sekarang orang -
orang menginginkan sesuatu serba instan salah satunya adalah kesehatan.
Kesehatan merupakan sesuatu yang paling berharga dan tak ternilai harganya yang
harus kita syukuri keberadaannya. Banyak orang yang mengabaikan kesehatan, mungkin
banyak orang yang tidak mengerti cara menjaga kesehatan dengan benar. Orang –
orang yang menurunnya kesehatan (sakit) biasanya tanpa pikir panjang langsung
membeli obat sesuai dengan apa yang di derita, salah satunya dengan membeli
obat tanda resep dokter.
Berdasarkan
Undang-Undang Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 Obat adalah bahan atau panduan
bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem
fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis,
pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi.
Disamping memiliki manfaat yang besar, obat berpotensi untuk mendatangkan
malapetaka apabila penggunaan obat tidak sesuai prosedur yang ditetapkan.
Menurut Anief (1991)
pengertian Obat adalah suatu bahan atau campuran bahan yang di maksudkan untuk
digunakan dalam menentukan diagnosis,
mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit, luka atau kelainan
badaniah atau rohaniah pada manusia atau hewan termasuk memperelok tubuh.
Masyarakat harus
memiliki pengetahuan tentang obat dan bagaimana cara menggunakannya secara
tepat dan aman. Ketika menerima obat dari dokter atau apoteker seorang pasien
harus mengetahui pasti cara menggunakan dari obat yang diterima dan jangan malu
bertanya kepada dokter atau apoteker apabia masih kurang mengerti tentang
petunjuk atau informasi yang diisampaikan.
Umumnya orang – orang berpikir bahwa semua obat itu
sama yang dijual di warung, toko obat dan apotik karena memiliki tujuan untuk
menyembuhkan atau meringankan suatu penyakit, tetapi obat dapat dibagi dalam
beberapa golongan :
a. Obat Bebas, ditandai dengan logo lingkaran bergaris hitam dengan bagian
dalam bewarna Hijau. Tingkat keamanan penggunaan obat ini lebih tinggi
dibandingkan tiga golongan lainnya dan dapat dibeli tanpa resep dokter (Anief,
1991).
b. Obat Bebas Terbatas ditandai dengan logo lingkaran bergaris hitam dengan
bagian dalam bewarna biru. Obat bebas terbatas bisa dibeli tanpa resep dokter
dengan pertimbangan bahwa rentang keamanan penggunaannya lebih luas (Anief,
1991).
c. Obat Keras pada kemasan terdapat logo lingkaran yang garisnya bewarna hitam
dengan bagian dalamnya warna merah dan terdapat huruf K berwarna hitam ditengan
logo. Obat golongan ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter karena pertimbangan
keamanan bagi pengguna (Anief, 1991).
d. Obat Narkotika ditandai dengan logo lingkaran bergaris warna merah dengan
bagian dalam berwarna putih dan terdapat simbol yang hampir menyerupai tanda
tambah yang berwarna merah di tengan lingkaran. Obat narkotika memerlukan
pengawasan yang lebih ketat dari golongan obat keras karena bisa menimbulkan
efek ketergantungan. Hanya bisa diperoleh di apotek atau rumah sakit
berdasarkan resep dokter (Anief, 1991).
e. Obat Psikotropika logo sama dengan
golongan obat keras. Perbedaannya adalah obat psikotropika dapat menimbulkan
efek adiksi atau ketergantungan dan dapat mempengaruhi perilaku penggunanya dan
diperoleh dengan adanya resep dokter (Anief, 1991).
f. OWA (Obat Wajib Apotek) Surat Keputusan Nomor 347/Menkes/SK/VII/1990
tanggal 16 Juli 1990 adalah obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter
oleh apoteker di apotek.
g. Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari
bahan tersebut yang secara turun temurun untuk pengobatan
(Syamsuni,2006)
Reaksi
obat dalam tubuh tidak semuanya sama. Ada kalanya obat memiliki reaksi yang
cepat dan ada kalanya memiliki reaksi yang lambat. Semuanya tergantung
faktor-faktor yang mempengaruhinya, diantaranya usia dan berat badan, jenis
kelamin, faktor genetis, faktor psikologis, waktu, cara pemberian, dan
lingkungan (Perry, 2005). Faktor yang mempengaruhi Reaksi Obat diantaranya adalah :
a.
Absorbsi Obat yaitu proses pergerakan obat
dari sumber ke dalam tubuh melalui aliran darah, kecuali jenis topical yang
dipengaruhi oleh cara dan jalur pemberian obat, jenis obat, keadaan tempat,
makanan, dan keadaan pasien (Perry, 2005).
b.
Distribusi
obat kedalam tubuh, setelah diabsorbsi, obat didistribusikan ke dalam tubuh
melalui darah dan system limfatis menuju sel dan masuk ke dalam jaringan
tertentu. Proses distribusi dapat dipengaruhi oleh keseimbangan cairan, elektrolit,
dan keadaan patologis (Perry, 2005).
c.
Metabolisme
obat, setelah melalui sirulasi, obat akan mengalami proses metabolism. Obat
akan ikut sirkulasi kedalam jaringan kemudian berinteraksi dengan sel dan
mengalami perubahan zat kimia untuk kemudian diekskresikan (Perry, 2005).\
d.
Ekskresi
sisa melalui obat, setelah obat mengalami metabolism atau pemecahan, akan
terdapat sisa zat yang tidak dapat dipakai dan tidak bereaksi. Sisa zat ini
kemudian keluar melalui ginjal dalam bentuk urine, intestinal dalam bentuk
feses, dan paru dalam bentuk udara (Perry, 2005).
Cara
Membeli Dan Mendapatkan Obat Yang Baik :
a.
Beli obat
di Apotik atau Toko Obat yang memiliki ijin
Agar aman, sebaiknya membeli obat di apotik. Obat-obatan yang ada di
apotik biasanya berasal dari distributor obat yang menyediakan obat yang di
produksi oleh perusahaan farmasi (Pharmaceutical company).Apalagi apotik
mempunyai izin resmi dari dinas kesehatan setempat dan dibawah pengawasan
seorang apoteker, sehingga obat yang didapatkan dari apotik bisa kita jamin
kualitas dan keasliannya.Selain di apotik, obat juga bisa didapatkan melalui
toko obat. Namun perlu diperhatikan, dengan semakin menjamurnya toko obat, maka
perlu lebih selektif dalam memilih toko obat. Lihat dulu apakah toko obat
tersebut memiliki izin pendirian atau tidak dan tanyakan kepada pemilik toko
obat dari mana penyediaan obat dari toko tersebut. Hal tersebut penting untuk
menghindari mendapatkan obat yang kualitasnya buruk atau obat palsu (Hidayat,
2006).
b.
Cek obat
yang akan kita beli
Untuk membedakan secara fisik apakah obat itu obat palsu atau obat asli.
Namun ada hal mendasar yang dapat di jadikan dasar apakah obat itu asli atau
palsu adalah "HARGA OBAT". Survey harga obat yang akan kita beli.
Jika harga obat di suatu tempat lebih murah dengan perbedaan yang significant,
maka bisa diduga bahwa obat itu adalah palsu. Hal lain yang perlu di perhatikan
adalah tanggal kadaluarsa obat, dimana hal ini kadang kurang diperhatikan.
Selalu lihat tanggal kadaluarsa obat. Jangan membeli obat yang sudah lewat
tanggal kadaluarsanya, karena bisa jadi obat tersebut bukan menjadi obat, malah
menjadi racun buat tubuh (Hidayat, 2006).
Ingatlah ! Sebagian besar obat
yang bisa dibeli tanpa resep dokter, fungsi utamanya hanya untuk meringankan
gejala dan mengobati penyakit ringan. Apabila mengalami menurunnya
kesehatan (sakit) dalam jangka yang lama dan mengalami gejala menetap, maka
konsultasikan ke dokter.
Batuk pilek merupakan penyakit
yang menyerang anak - anak maupun dewasa. Pada anak, batuk pilek banyak terjadi
pada usia di bawah 6 tahun. Rata-rata setiap
anak mengalami 6 hingga 8 kali keluhan setiap tahunnya. Batuk pilek sebagian
besar disebabkan oleh rhinovirus,
adenovirus, virus influenza, enterovirus, RSV, dan
coronavirus (Valman, 2006).
Sebagian besar batuk pilek pada bayi disebabkan oleh virus RSV (Respiratory Syncytial Virus) yang
bersifat self limited. Self limited disease merupakan suatu
penyakit yang bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan tertentu dan lebih cepat sembuh daripada yang
disebabkan oleh bakteri. Jalan masuknya virus ke dalam tubuh adalah melalui
partikel udara (droplet), lalu masuk ke hidung, menempel di permukaan dinding
sel epitel, masuk ke bronkus, lalu ke traktus respiratorius (saluran
pernafasan) sehingga timbul gangguan saluran pernafasan. Virus juga dapat
menyebar ketika status imun anak menurun dan kontak langsung dengan penderita.
Risiko batuk pilek pada anak dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah
status gizi malnutrisi, berat badan lahir rendah, paparan asap rokok, riwayat
tidak diberi ASI Eksklusif, status imun rendah, paparan asap kayu bakar untuk
memasak, paparan obat nyamuk bakar dan daerah tempat tinggal (pedesaan/ kota)
(Valman, 2006)
Obat yang dijual bebas
untuk keluhan batuk pilek, banyak digunakan
oleh orang tua untuk mengatasi
keluhan batuk pilek, banyak tersedia untuk anak dengan
berbagai macam kombinasi. Obat batuk
pilek yang beredar tersebut umumnya memiliki kandungan antihistamin, dekongestan,
antitusif, ekspektoran, dan analgesik/anti- piretik (Danusantoso, 2000).
Batuk sebagai refleks fisiologis anak, merupakan mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran napas dan paru-paru
dari mikroorganisme, lendir, dan benda
asing. Namun, pemberian obat yang dilakukan oleh orang tua banyak
ditujukan untuk menghentikan gejala batuk, kongesti
nasal, dan rinorhea. Setiap minggunya, lebih dari 10% anak di Amerika Serikat diterapi menggunakan
obat batuk pilek, dan sebagian besar
sediaan memiliki kombinasi komposisi. Bukti ilmiah terhadap
penggunaan obat batuk pilek. sangat sedikit,
bahkan terdapat bukti peningkatan adanya efek merugikan (adverse event) (Danusantoso, 2000).
Mengalami penyakit batuk dan pilek seolah menjadi sesuatu yang lazim untuk
terjadi, terutama di musim penghujan. Jika seseorang terserang batuk pilek,
aktivitasnya dapat terganggu karena banyak muncul rasa yang tidak nyaman
dirasakan (Danusantoso, 2000).
Umumnya penyakit batuk pilek sering kali diiringi dengan masuk angin dan
nyeri di bagian-bagian tubuh tertentu. Oleh karena itu, pengobatannya yang
cepat pun banyak dicari. Bagi kebanyakan orang. Obat Tradisional dianggap
menjadi solusi yang tepat untuk menyembuhkan batuk pilek secara cepat, aman,
dan mudah (Danusantoso, 2000).
Tak hanya orang dewasa, anak - anak pun menjadi sasaran utama penyakit
batuk pilek. Bahkan, bisa dibilang, mayoritas anak-anak menjadi langganan
penyakit batuk pilek karena seringnya frekuensi kemunculan batuk pilek pada
anak - anak. Ramuannya pun mudah untuk dibuat dengan campuran bahan-bahan dapur
antara lain :
a.
Uap bisa membantu
melancarkan hidung yang menyumbat. Caranya, nyalakan air panas di kamar mandi
hingga menghasilkan uap. Lalu tutup pintu dan duduklah bersama anak Anda dalam
ruang tersebut selama kurang lebih 15 menit. Lakukan terapi ini dua kali sehari
(Valman, 2006).
b.
Madu dan Lemon, saat
mengalami batuk dan pilek biasanya anak akan kesulitan bernapas akibat hidung
tersumbat. Untuk mengatasinya Anda bisa memberikan campuran madu dan lemon guna
melegakan tenggorokan dan mengatasi infeksi. Caranya, campurkan satu sendok teh
madu dan lemon dalam air hangat (Valman,
2006).
c.
Kunyit merupakan
rempah-rempah yang baik untuk meredakan batuk. Caranya, campurkan satu jumput
bubuk kunyit pada susu yang biasa dikonsumsi si kecil sebanyak dua kali sehari (Valman, 2006).
d.
Jahe dan Kencur,
membuatnya pun sangat mudah dan tidak rumit. Pertama-tama, memarkan kedua bahan
tersebut pada ukuran kurang lebih 1 cm. Setelah itu, rebuslah dengan air pada
takaran 1 gelas. Tunggu sampe mendidih, kemudian angkat. Diamkan hingga agak
dingin, kemudian berikan pada anak di malam hari sebelum tidur (Valman, 2006).
Anak - anak pada umunnya dari usia 1-6 tahun
rentan sekali namanya terjangkit penyakit karena sistem pertahan tubuhnnya anak
– anak masih kurang efektif ketimbang orang dewasa. Salah satu penyakit yang
sering adalah batuk yang disertai pilek.
Orang tua pasti sangat cemas pada anaknya pabila dalam kondisi sakit, terkadang
orang tua membelikan obat yang tanpa tahu efek samping dari obat tersebut
(Suhardjo, 2010).
Menurut Kasiram (1994), mengatakan anak adalah
makhluk yang sedang dalam taraf perkembangan yang mempunyai perasaan, pikiran,
kehendak sendiri, yang kesemuannya itu merupakan totalitas psikis dan sifat –
sifat serta struktur yang berlainan pada tiap
- tiap fase perkembangannya.
Menururt Damayanti (1992), berpendapat bahwa
merupakan mahluk yang membutuhkan pemeliharaan, kasih saying dan tempat bagi
perkembangan.
Anak usia dini merupakan individu yang berada
pada rentang usia 0-8 tahun. Usia yang merupakan pondasi untuk usia-usia selanjutnya.
Selain itu usia 0-8 tahun dikenal dengan golden age yaitu sebuah kondisi
pada saat anak mengalami perkembangan fisik dan psikis yang sangat pesat.
Adapun dalam hal perkembangan yang sangat pesat tersebut, sangat dipengaruhi
oleh kesehatan dari fisik dan psikis anak (Suhardjo, 2010).
Daya tahan tubuh anak - anak belum efektif
seperti orang dewasa orang tua harus memperhatikan kesehatan anak dengan cara :
a.
Pola makan yang kebutuhan nutrisi,vitamin dan lainya
tercukupi dengan makanan 4 sehat 5 sempurna.selain itu porsi makanan
setiap harinya harus pas atau ideal maksudnya jangan berlebihan atau kurang
maka dari itu harus pas (Suhardjo, 2010).
b.
Menjaga kebersihannya
dalam keadaan kotor kuman dan bibit penyakit cepat berkembang biak,Maka dari
itu anda sebagai orang tua WAJIB menjaga kebersihan dan kesehatan gigin.
Menjaga kebersihan kuku dan anggota tubuh yang lainya, menjaga kebersihan
pakaiannya (Suhardjo, 2010).
c.
Istirahat adalah proses
untuk meringankan beban otak, selain itu juga pertumbuhan tubuh anak juga
terjadi pada waktu beristirahat. tidur 8 jam sehari sudah cukup untuk anak
(Suhardjo, 2010).
d.
Jangan Melindungi Terus
Membiarkan anak bermain tanah atau air akan membuat tubuhnya ‘mengenal’
berbagai kuman, virus, atau bakteri. Dari pengenalan itulah tubuh akhirnya
mampu menghasilkan antibodi untuk melawan kuman, virus, atau bakteri tersebut.
Dengan demikian anak tidak akan mudah sakit. Hal tersebut berbeda dengan anak
yang selalu dijaga terus. Tubuhnya tidak mampu ‘melawan’ jika ada penyakit
datang karena tidak pernah ‘berkenalan’ dengan sumber penyakit (Suhardjo,
2010).
Banyak yang berpendapat bahwa anak memiliki masa keemasan
pada otaknya. Dimana pada saat itu ilmu yang diajarkan dapat cepat terserap
sempurna oleh otak dan langsung diaplikasikan. Masa keemasan otak
tersebutlah yang kadang tidak diketahui oleh para orang tua yang notabene
bertindak sebagai pendidik paling awal dan paling dekat dengan anak. Oleh
karena itu disini akan diuraikan sedikit tentang masa keemasan otak yang
terjadi pada usia 0-3 tahun. Masa keemasan otak terjadi saat perkembangan anak
usia 0-3 tahun. Pada masa ini kemampuan otak untuk menyerap hal hal baru lebih
cepat dari usia setelah 3 tahun. Kita dapat melihat dari perkembangannya
yang terjadi sangat pesat pada usia 0-3 tahun(Suhardjo, 2010).
Mulai dari gerakan motorik pada awal dilahirkan bayi sangat
terbatas dalam melakukan banyak kegatan motorik. Bahkan hanya untuk secara
reflek mengedipkan matapun tidak bisa. Yang bisa dilakukan hanya sesekali
menggerakkan kepala, menendang dan menggerakkan kedua tangan. Keterbatasan
melakukan kegiatan yang bersifat motorik berlangsung selama 3 bulan. Setelah 3
bulan bayi mulai mampu menggerakkan banyak dari anggota tubuhnya. Mulai dari
memiringkan badan hingga tengkurap. Biasannyah juga bayi mulai mengangkat
kakinya ke arah muka. Pada fase bayi sudah dapat melakukan kegiatan motorik
yang cukup rumit. Setelah menginjak 7 bulan biasanyah bayi mulai merangkak. Hal
tentu dapat dikuasai apabila bayi sudah mampu tengkurap dalam jangka waktu yang
cukup lama dan mampu mengangkat kepala pada saat posisi tengkurap. Setelah
melewati tahapan merangkak maka dengan cepat si bayi akan belajar berdiri
sendiri dengan cara berpegangan pada tembok atau dengan dilatih oleh orang tua.
Setelah merasa mampu berdiri dengan baik maka dengan sendirinya si bayi belajar
berjalan. Begitu cepat proses perkembangan motorik anak dari usia 0-3 tahun
sehingga biasanyah menginjak usia 3 tahun si anak sudah dapat bermain dn
berlari-larian dengan temannya (Suhardjo, 2010).
Selain perkembangan motorik, si anak juga mengalami
perkembangan kelima panca indranya. Dimulai dari bayi yang baru lahir dan belum
dapat menggunakan indranya dengan baik hingga menginjak usia 3 bulan. Setelah
itu kelima indra anak seolah dihidupkan secara otomatis dan mulai mengenal
sensasi di tiap indranya. Mulai dari itu dikumpulkan data-data mengenai sensasi
tiap-tiap indra dan menyimpannya sebagai memori. Jadi pada saat bertemu kembali
dengan sensasi yang sama, si anak akan bisa memilih apakah ditolak atau dilanjutkan
(Suhardjo,
2010).
Pada usia 4-6 tahun tahun anak bersifat
konsumen aktif. Anak sudah bisa memilih makanan yang disukai. Libatkan mereka
untuk memilih makanan yang akan dikonsumsi. Pertumbuhan anak golongan usia 4-6
tahun tidak sepesat pertumbuhan pada masa bayi. Namun aktivitas anak sudah
lebih banyak. Usia 4-6 tahun sangat rentan terhadap penyakit defisiensi gizi
dan infeksi, misalnya KEP (Kurang Energi Protein) dan kekurangan vitamin A.
Makanan yang diberikan sebaiknya makanan yang mudah docerna dan tidak
merangsang saluran cerna, misalnya tidak pedas (Suhardjo, 2010).
Orang tua harus tahu hal-hal yang harus diperhatikan
dalam memenuhi kecukupan gizi anak :
a.
Memberikan makanan yang
mudah dikunyah dan mudah ditelan
b.
Membiasakan
mengkonsumsi makanan yang berasal dari biji-bijian kering yang banyak
mengandung zat besi, terutama untuk anak usia 1-3 tahun
c.
Memberikan sayuran dan
buah-buahan yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral
d.
Menyajikan makanan
dalam bentuk yang menarik
e.
Memperhatikan peralatan
makan dan minum anak
f.
Hindari memaksa anak
untuk menghabiskan makanan yang disajikan
g.
Selalu menyediakan
makanan yang sehat dan bergizi seimbang
h.
Membiasakan sarapan
untuk mencegah hipoglikemi (lapar,lemas, dan kurang bersemangat) (Suhardjo, 2010).
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Obat adalah benda
atau zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit, membebaskan gejala, atau mengubah proses kimia dalam tubuh. Obat adalah substansi yang berhubungan fungsi
fisiologis tubuh dan berpotensi mempengaruhi status kesehatan. Pengobatan /
medikasi adalah obat yang diberikan untuk tujuan terapeutik / menyembuhkan.
Sebagian besar orang
tua memberikan obat
batuk pilek apabila
anaknya sakit. Komposisi kombinasi obat
batuk pilek yang banyak
digunakan adalah klorfeniramin maleat, parasetamol, gliceryl guaicolate, pseudoefedrin,
dextromethorphan dan bromhexine. Efek samping mengantuk yang terbanyak dirasakan oleh
subjek.
Kejadian
batuk pilek pada bayi dengan riwayat pemberian ASI Eksklusif lebih rendah
dibandingkan dengan bayi yang tidak ASI Eksklusif. Terdapat perbedaan jumlah
episode dan lama hari sakit batuk pilek selama 2 bulan antara bayi dengan
riwayat pemberian ASI Eksklusif dan tidak diberi ASI Eksklusif
B.
SARAN
Dapat mengetahui dan dapat
meningkatkan wawasan tentang obat, pemantauan
kejadian ISPA pada anak sebaiknya tidak hanya
didasarkan pada gejala medis saja, melainkan juga dipantau secara rutin
riwayat pemberian ASI Eksklusif. Dan dengan disusunnya makalah mengharapkan
kepada semua pembaca agar dapat mengetahui dan memahami arti obat serta dapat
memberikan kritik dan saran nya agar makalah yang ditulis dapat menjadi lebih
baik dari sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, A.Aziz Alimul, 2006, Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia
Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika
Anonim. Pengobatan untuk batuk pilek umumnya
tidak efektif. Didapat dari: (Online) http://batukpilek.com/pengobatan-untuk-batuk- pilek-umumnya-tidak-efektif.html.
(Diakses 18 Mei 2017).
Danusantoso H. 2000. Ilmu Penyakit Paru. Jakarta: Penerbit
Hipokrates; Halaman 64.
Valman B. 2006. Gangguan dan Penyakit yang sering menyerang anak
serta cara mengatasinya. Yogyakarta: Camar; Halaman 94.
Suhardjo. 2010. Pemberian makanan pada bayi dan anak. Yogyakarta:
Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI); Halaman 14.
Anief, M. (1991). Apa yang Perlu Diketahui Tentang Obat. Yogyakarta: PenerbitGajah Mada University
Press. Halaman 3.
Perry potter. 2005. Fundamental keperawatan konsep proses dan
praktik. Jakarta : EGC
Murini, Tri. 2013. Bentuk Sediaan Obat (BSO) Dalam Preskripsi.
Yogyakarta : UGM Pres
Kasiram, A. 1994. Pertumbuhan anak,
Jakarta : Rajawali
Damayanti. 1992. Anak Tumbuh dan
Berkembang. Jakarta : Medika Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar